Appreciative Inquiry : satu perjalanan positif lagi telah terlalui

Hari senin, 11 Agustus 2008 aku bersama beberapa teman mengisi salah satu  materi LKO salah satu himpunan mahasiswa di ITB. Dimuali dari kepedulian salah satu alumninya terhadap perkembangan himpunannya dan idealisme kita untuk menyebarkan perubahan positif ala siaware di ITB, maka berkumpullah 11 orang yang berdedikasi untuk meluangkan waktunya 1 hari bersama teman2 dari himpunan itu.

Dari awal mulai nampaknya suasana akan agak tidak kondusif karena ternyata ruangan yg akan dipakai tidak terpisah antara ruang pertemuan, tempat menginap dan ruang logistik.  Ditambah dengan karakter teman2 dari himpunan ini yang ternyata suka sekali berbicara dan agak susah untuk diarahkan membuatku agak pesimis apakah acara ini bisa diselesaikan tepat waktu dan tidak membosankan.

Sesi demi sesi terlalui, ada yg berjalan lebih cepat dari yang direncanakan, tapi banyak pula yang harus mengambil jatah sesi lain untuk menyelesaikan sesi yang ada. Alhamdulillah dengan berbagai kejadian yang ada akhirnya AI bisa dilalui hanya molor 20 menit dari waktu yang direncanakan.

Apa yang aku dapatkan disini adalah pelajaran tentang spiritualitas, kerjasama tim dan level energi. AI adalah metode yang membawa pesertanya untuk menghargai apa yang terbaik dari suatu organisasi dan orang-orang yang didalamnya. Dari apa yang terbaik itu lalu akan dibuat suatu mimpi bersama yang akan dibumikan dan dilanjutkan dengan membentuk suatu action plan yang akan memastikan impian itu benar-benar terwujud. Waktu yang idealnya 4 hari untuk menjalani 4 tahap AI, dipadatkan habis-habisan hingga tinggal 1 hari. Aku rupanya masih belum belajar juga bahwa anak-anak siaware berbeda dengan anak-anak ITB lainnya, aku berharap bahwa pelaksanaan AI akan lancar dengan level energi dan kreatifitas yang tak terhingga layaknya AI yang pernah kami alami sebagai alumni siaware. Ternyata hal itu hanyalah harapan tak berdasar, prosesnya jadi cenderung membosankan dan suasana yang terbentuk masih belum sepositif yang diharapkan. Aku masih perlu banyak belajar untuk mengontrol emosi, tegas dengan tetap memancarkan aura positif dan fleksibel dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Beruntung tim kali ini bekerja dengan sangat baik, entah apa jadinya jika tidak ada mereka. Aku belajar dari Galih tentang komitmen dan keberaniannya untuk komitmen yang dia percaya, Dipo dengan senyum-senyumnya tapi sangat ringan tangan untuk membantu, Fera, Lisa, GIna, dan Sherly yang selalu siap untuk menjalankan perannya sekaligus dengan kehangatannya membimbing teman2 untuk menjalani proses ini. Yudhi, Sahala dan Yafis juga orang-orang luar biasa yang komitmennya menjalankan tugas yang diberikan dengan 100%, bahkan kredit khusus untuk Yafis yang tetap menjalankan shaum walaupun tugas tim waktu itu cukup menguras energi dan tenaga. Tanpa ada Qiwe maka moment kemarin itu tidak mungkin terjadi, karena dialah yang menginisiasi hal itu semua dan meyakinkan junior-juniornya untuk mencoba metode baru dalam pendidikan organisasi dan mempercayakan proses ini  aku pimpin. Tanpa bantuannya di logistik dan mencari anggota team yg sehebat ini maka tidak mungkin AI ini terwujud. Akhirnya KOMITMEN 100 % yang ditunjukkan tim AI inilah yang membuat perbedaan dan perubahan positif semoga bisa benar-benar menular di kemahasiswaan ITB. Berikutnya himpunan mana lagi ya yang ingin mengadakan AI ?

Published in: on August 13, 2008 at 5:24 pm Comments (0)
Tags: , , , , , ,

Siapkan diri maka Tuhan akan menjawab YA

Beberapa minggu terakhir aku melihat bahwa semesta sedang mengajarkan sesuatu kepadaku. Bahwa pemiliknya hanya akan memberi saat orang itu benar-benar siap untuk menerimanya. Di dalam ruangan-ruangan kelas aku sering membagikan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan permintaan hambanya. Tetapi jawaban-Nya bisa YA -jika itu memang baik dan kita siap menerima-, TIDAK -jika nantinya hal itu berdampak buruk buat kita-, atau TUNGGU DULU -jika Tuhan merasa bahwa hal itu baik buat kita tetapi saat ini masih belum saatnya-.

Mencoba memaknai 3 jawaban ini seringkali bukan pekerjaan yang mudah, pengalaman hiduplah yang seringkali mengajarkan lebih banyak. Jawaban YA kadang membuatku lupa daratan dan tidak bersyukur, sedangkan saat jawabannya TIDAK aku jadi sering tidak terima dan lupa bahwa begitu banyak jawaban YA yang pernah aku terima. Apalagi jika ditambah dengan pengetahuan dan motivasi dari para trainer yang mengagungkan slogan ‘Kamu bisa menjadi apapun selama kamu mau’ maka jawaban TIDAK itu seringkali lebih sulit untuk dipahami. Tips sederhana yang aku gunakan untuk menganalisis jawaban tidak adalah apakah aku sudah 100 % mengerjakannya ? Jika jawabannya sudah sedangkan jawaban yang kuterima adalah TIDAK maka itu tandanya aku perlu mengikhlaskannya. Karena seringkali aku terpaku pada pintu yang tertutup di depanku, padahal ada 2 pintu lain yg terbuka pada saat yang bersamaan.

Jawaban TUNGGU DULU adalah satu hal yang bagiku teramat sulit untuk diraba. Seringkali saat jawaban TUNGGU DULU itu muncul yang aku lakukan adalah aku tidak sabar menunggunya atau untuk menjalani prosesnya. Seringkali aku terlalu kerdil untuk berani mengakui bahwa aku memang belum siap untuk menerima itu dan membiarkan diri untuk tidak ditempa agar siap menerimanya. Jawaban TUNGGU DULU yang kemudian membuatku tersadar (lagi..!!) bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan apapun yang diinginkan adalah dengan menjadi yang terbaik dari diri sendiri dan menyempurnakan usaha yang dilakukan sehingga jawaban TUNGGU DULU itu secepatnya menjadi ya.

Ah tulisan yang berisi kumpulan pikiran yang berterbangan di kepala dan butuh penyaluran.

Published in: on July 30, 2008 at 6:57 pm Comments (0)
Tags: , ,

Lidah ini telah melukai

Lama sekali aku tak update blog ini, ternyata memang bukan pekerjaan yg ringan untuk membiasakan diri menulis di dalam blog. Setelah selama ini mencoba menghindari perasaan dan berfokus terhadap apa yang bisa dikerjakan dengan tidur, maka 3 hari ini aku terkena dampaknya.  Setiap bangun tidur aku merasa masih saja kurang tidur dan lemas, puncaknya adalah kemarin saat semua masalah terasa menumpuk dan akhirnya meledak pada orang-orang yg tidak seharusnya.

Singkat kata aku baru saja diingatkan oleh kehidupan bahwa lidah seringkali adalah pedang paling tajam, dan begitu kata terlepas maka dia tidak akan bisa ditarik lagi. Maafkan untuk semua yg telah terlukai oleh lidah ini, hati tidak pernah termaksud untuk mengeluarkannya, tetapi seringkali akal berlari mendahului untuk mengatakan apa yg dia rasa benar. Sekali lagi maaf.

Published in: on at 5:22 pm Comments (0)
Tags:

Sayangi dirimu sebelum kau berikan hatimu

Apa yang sebenarnya ditakutkan dari memulai atau putusnya sebuah hubungan ? Apakah perasaan tertolak saat cinta bertepuk sebelah tangan ? Atau hancurnya sebuah pengharapan dari masa depan yang dirajut bersama ? Atau perasaan tak berharga saat tercampakkan saat hubungan itu tidak bisa dilanjutkan ? Atau mungkin kita terlalu mencintai orang itu sedangkan kita tidak tahu apakah dia mencintai kita begitu juga sebaliknya.

Dalam istilah psikologi ada istilah anxiety yang membuat seseorang tidak merasa aman dari sebuah keadaan atau hubungan. OKlah aku mendengar teman2ku sudah pada berteriak untuk stop jadi psikolog gadungan…:D. Apa yang aku tulis disini adalah kejadian sehari2, dari seorang yg perlu banyak belajar tentang suatu hubungan.

Anxiety (penjelasan lebih lanjut bisa dibaca disini) adalah kondisi mental yg selalu merasa kekurangan dan ketakutan terhadap sesuatu. Hal itu kemudian mendorong seseorang menjadi takut terhadap kemungkinan terburuk dari suatu hal dan menjadi tidak rasional lagi karena ketakutan2nya. Rasa yang pernah aku rasakan tentang anxiety ini adalah perasaan kosong - atau bahasa psikologisnya adalah problem of non being-. Perasaan ini muncul saat manusia dihadapkan kepada trauma di masa lalu yang berhubungan dengan penerimaan orang lain, atau trauma akan kejadian yang membahayakan jiwanya. Viktor Frankl menemukan bahwa saat manusia ditimpa oleh kejadian yang menekan dan membahayakan jiwanya, maka adanya suatu perasaan dirinya punya satu tujuan di bumi ini adalah penangkal dari kehilangan dirinya untuk memaknai arti dirinya

Aku menuliskan judul diatas karena ternyata perasaan anxiety itu juga bisa terjadi dalam suatu hubungan. Hal yang mendorong seseorang untuk tidak percaya terhadap pasangannya dan perasaan bahwa eksistensi dirinya berkurang karena merasa dia kurang dicintai. Perasaan itu akan menjadi racun yang merusak suatu hubungan atau membawa pola hubungan yg tidak sehat (ketergantungan, ga pede, dll). Cara mengatasi perasaan anxiety itu ternyata sangat sederhana, yaitu sayangi dirimu sendiri maka keberlimpahan akan dirasakan. The Secre, film yg begitu bombastis tahun ini pun mengajarkan dalam salah satu langkahnya untuk mewujudkan pemenuhan harapan adalah dengan merasakan bahwa diri sendiri merasa berlimpah dengan cara bersyukur dan mencari bukti bahwa hukum ketertarikan itu benar-benar terjadi. Jadi bersyukur adalah salah satu cara untuk merasakan keberlimpahan itu.

Zig Ziglar pernah berkata ‘jika Anda kecewa dan mengeluh terhadap dirimu sendiri dengan segala kekuranganmu, datanglah kepada arsitek yang merancang dan menciptakan dirimu itu’. Jadi jiwa yang sakit itu memang jiwa yang tidak bersyukur dan jauh dari-Nya. Jika Cinta adalah anugerah, maka cara mendekati Sang Maha Cinta adalah mensyukurinya dan menerimanya. Satu jalan termudah untuk mensyukuri dan menerima cinta itu adalah dengan mencintai dan menerima diri sendiri. Satu langkah mudah yang seringkali sulit untukdilaksanakan. Tetapi menurutku ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan cinta yang sejati. Yaitu cinta yang akan menjadi sarana Sang Maha CInta.

Published in: on July 7, 2008 at 3:06 pm Comments (2)
Tags: ,

Selesaikan apa yang kamu mulai

Pernah ga kita melakukan sesuatu yang tidak kita niatkan untuk dijalani terus, tetapi dengan seiring berjalannya waktu akhirnya kita terus mengerjakan hal itu ? Bagaimana jika hal itu bukan sesuatu yang kita senangi ? Atau justru bagaimana jika itu adalah hal yang kita senangi tetapi kita tidak bisa melakukan hal yang lain padahal hal itu tidak menghidupi kita ?

Well, pertanyaan itu yang sekarang ada dikepalaku, ada beberapa keputusan besar yang aku ambil beberapa hari lalu dan sekarang aku sedang menjalaninya. Keputusan itu adalah aku memilih untuk mengembangkan perusahaanku sendiri daripada melamat pekerjaan pada perusahaan lain. Setiap hari ada banyak yang dikerjakan, tapi semakin kesini kejelasan mengapa aku mengerjakan ini jadi semakin kabur. Rasanya tidak cukup waktu untuk mengerjakannya semua. Pada akhirnya memang yang bisa dilakukan adalah mengatur tindakan apa saja yang perlu dilakukan.

Satu hal yang dipahami sekarang adalah semua pilihan ada konsekuensinya, karena itu menjadi orang yang bertanggung jawab adalah memilih dengan sebaik-baiknya dari pilihan yang ada, lalu menjalani konsekuensi dari pilihan itu dengan sebaik-baiknya juga. Ada qoute bagus dari temanku yg 1 minggu lagi akan menikah ” kita menjalani keputusan besar dalam hidup kita bukan karena kita sudah tidak punya ketakutan untuk menjalani hal itu, tetapi justru karena kita sudah menerima ketakutan itu dan niat dan siap untuk menghadapi ketakutan itu sendiri.”

Published in: on June 13, 2008 at 6:05 pm Comments (2)
Tags:

Ketakutan

Ketakutan itu membekukan, ketakutan itu menyerap banyak energi, ketakutan mencuri setiap kesempatan dan ketakutan adalah sumber kecemasan.

Saat ini aku sedang menyusun anggaran suatu proyek terbesar yg pernah kulakukan, dan kemudian ketakutan itu muncul. Tak berapa lama kemudian timbul satu kesadaran lain tentang takut dan bagaimana mengatasinya. Obrolanku dengan adekku tercinta juga semakin memperkaya bahasan ini.

Ketakutanku saat menyusun anggaran proyek itu sebenarnya sangat simpel, aku takut saat budget yang akan aku susun nanti ditolak dan membuat pekerjaan ini batal. Aku sampai berkeringat saat menyusun anggaran itu, karena angkanya memang sangat besar . Aku jadi tidak bisa konsentrasi mengerjakan pekerjaanku itu dan berharap bahwa hal ini berlalu. Kemudian saat aku menyelami perasaan itu, aku menyadari apa sebenarnya yang aku takutkan dari hal itu ? Ternyata aku takut terhadap hasil dari apa yang aku kerjakan tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan.

Disitulah kemudian aku sadar bahwa aku sudah masuk kedalam wilayah yang seharusnya tidak aku pertanyakan, yaitu wilayah hasil. Aku merasa bahwa hasil itu adalah wilayah Tuhan, sebagai makhluk yang bisa aku lakukan adalah melakukan usaha yang terbaik yang aku tahu, sedang hasil adalah hak Tuhan sebagai Sang Maha Kuasa.

Ketakutan mudah sekali muncul saat nafsu mengambil peran dan tiada keikhlasan dari apa yg kita lakukan. Seringkali aku merasa bahwa aku takut untuk mengeluarkan segalanya karena aku takut hasilnya tidak sesuai dengan yang aku harapkan dan akhirnya aku merasa rugi, sakit atau apapunlah.
Kesadaran akan keikhlasan akhirnya memperkaya diriku saat aku memahami janji Tuhan di Kitab-Nya bahwa Dia akan membalas sesuai dengan usaha yg kita keluarkan dan Dia adalah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

Akhirnya aku berjanji untuk melakukan semuanya 100 % karena bahkan ketika kita sudah all out saja belum ada jaminan bahwa kita akan berhasil, apalagi saat kita mengerjakannya setengah2. Sekarang itu menjadi pengingatku untuk menghadapi ketakutanku. Yaitu dengan menghadapi dan mengontrol ketakutan itu dengan menyerahkan wilayah hasil pada Tuhan. Yang aku percaya adalah saat aku mengeluarkan 100 % yang aku punya maka saat hasilnya tidak sesuai dengan yang aku harapkan, maka aku punya 2 keuntungan, yaitu aku tidak pernah menyesali hasil itu (karena aku sudah mengerjakan yang terbaik ) dan aku jadi belajar 1 lagi cara yang tidak efektif untuk melakukan hal tersebut, atau kesempatan untuk memperbaiki strategiku.

Posting berikutnya akan membahas tentang ketakutan dalam berhubungan, semoga ada waktu untuk membahasnya.

Published in: on June 1, 2008 at 7:22 pm Comments (0)
Tags:

Akhirnya Naik Juga (Balada BBM part 2)

Setelah dengan berbagai penolakan, perdebatan di berbagai media massa dan antrian diberbagai SPBU dan pangkalan minyak tanah, akhirnya secara resmi pemerintah Republik Indonesia yang secara sah dipilih rakyatnya menaikkan harga BBM dalam negeri. Pada dasarnya aku tetap tak setuju dengan kenaikan harga BBM itu, dan setelah beradu pendapat dengan teman2ku aku melihat bahwa dari setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Aku yakin pemerintah pasti ada orang-orang yg luar biasa pintarnya untuk menjalankan negara ini. Yang aku ragukan adalah apakah mereka cukup punya keberanian dan hati nurani dalam mengemban amanah itu, tak tahulah aku.

Setiap orang punya kapasitasnya, jika saat ini yg bisa kita lakukan adalah menerima maka terimalah. Karena sekarang teriak-teriak dan demo di negara ini percuma, kuping yang diatas sudah pada tuli. JIka memang posisi kita bisa mengubah keadaan itu maka rubahlah. Kedua hal ini dibutuhkan kebijaksanaan untuk membedakannya, mana yg bisa diubah dan yg mesti diterima dulu. Dan sesuai dengan kapasitas masing-masing maka kita menjalani peran kita dengan sebaik-baiknya dan lagi-lagi bukan menjadi part of the problem but being part of the solution. Yg mahasiswa cepet lulus, yg kerja semakin meningkatkan produktivitasnya, dan yg masih minta-minta mulai saatnya untuk berpikir lebih kreatif agar tidak perlu minta-minta lagi. Tetapi jalannya tentu tidak melanggar aturan yg ada.

Bangsa ini terkenal sebagai bangsa yg ulet, bahkan kata kafi kurnia, istilah kepepet itu adanya cuma di Indonesia. Jika pada saat krisis moneter 10 tahun yg lalu saja kita bisa melewatinya, maka semoga saat ini kita masih bisa melewatinya sebagai suatu bangsa yg utuh. Aku yakin betul orang2di pedesaan bakal tetap bisa makan dan hidup karena negara ini begitu kaya untuk bisa memberi makan rakyatnya. Mungkin yang perlu dicemaskan adalah orang-orang di kota.

Ada satu ide dari temanku yg menurutku sangat feasible dijalankan jika pemerintah mau, yaitu negara hanya mengurusi orang-orang kaya saja. Pajak bagi mereka lebih tinggi dari sekarang, KTP nya dibikin model platinum jika perlu dan jika mereka beli bensin untuk mobil2 mereka, maka mereka beli bensin dengan harga yang lebih mahal untuk subsidi angkot dan bis yg dipakai rakyat kebanyakan. Alasannya sederhana saja si, bahwa negara ini yg miskin jauh lebih banyak dari pada yang kaya, jadi pekerjaan pemerintah akan jauh lebih mudah karena orang kaya yg diurus lebih sedikit. Sedangkan yang sisanya diurusnya adalah bagaimana minimal kebutuhan hidup standarnya terjamin, kesehatan, pendidikan dan makanan. Banyak negara eropa yg menjalankan sistem demikian dan mereka nampak lebih damai dan tenang hidupnya. Yg kaya tidak merasa dibebani saat dipajaki tinggi karena mereka percaya bahwa saat mereka nanti jatuh miskin maka sistem akan membantu mereka juga.

Jadi jayalah negeriku, ayo kita bangun sama2 negeri ini. Jika memang perubahan itu tidak bisa diharapkan dari pemerintahan sekarang maka berubahlah dari diri sendiri. Bukannya kemudian apatis atau kabur ke negara lain, tetapi dengan segenap apa yang dipunya berikhtiar agar kita lebih berguna. Mencerca sudah tak berguna karena hidup hanya mencatat hasil dan perbuatan. Kembali kepada masing-masing pribadi sisi mana yg akan kita dukung, menjadi solusi atau menjadi masalah ?

Published in: on May 25, 2008 at 6:52 pm Comments (1)
Tags: , ,

Balada BBM di negeri (katanya) gemah ripah loh jinawi

Hari-hari ini koran-koran dan semua media massa di negeri ini sangat ramai dengan rencana pemerintah untuk menaikkan BBM. Ada yg setuju, ada yg tidak ada juga yang hanya melihat terpana tidak tahu berbuat apa. Alasan yg diajukan pemerintah secara sepintas memang nampak masuk akal, karena kenaikan harga minyak bumi dunia menekan anggaran pemerintah untuk mensubsidi BBM yang dipakai rakyat. Tetapi  pendapat dari para seniorku disekolahku dulu dan sudah sangat lama bekerja di perusahaan minyak di negeri ini, menyatakan bahwa alasan yang diajukan pemerintah itu sangat menipu.

Menurut beliau, subsidi itu sebenarnya adalah hitungan di atas kertas dan bukan uang sesungguhnya yang keluar dari kantong pemerintah. Subsidi itu adalah uang yang keluar dari pemerintah yang didapat dari pemasukan migas, dan karena harga minyak yang naik maka sebenarnya uang pemerintah dari pemasukan migas ini naik pula, dan saat dikurangi dengan subsidi yang dikeluarkanpun sebenarnya masih surplus. Hal itu karena produksi minyak negara ini lebih banyak sedikit dibandingkan yang terpakai untuk menjalankan kegiatan negara ini.

Satu hal lagi yang membuat keputusan itu tidak bisa diterima oleh akal sehat adalah keputusan itu cacat secara moral. Bahkan mungkin hanya di negara ini, ada pemerintah daerah yang menolak keputusan pemerintah pusat atas keputusan yang dibuatnya.  Cacat moral dari keputusan itu adalah bagaimana keadaan masyarakat sekarang yg masih belum pulih sepenuhnya dari kenaikan BBM sebelumnya, sekarang mereka diminta untuk siap menanggung kenaikan berikutnya. Itu sama saja dengan memaksa mereka untuk bunuh diri pelan-pelan. Usaha untuk meredam dampak kenaikan harga-harga dengan memberi Bantuan Langsung Tunai juga banyak dikecam karena itu bukan solusi dan cenderung menimbulkan keresahan dan kekacauaan dalam pelaksanaannya

Cacat moral yang kedua adalah alasan pemerintah bahwa subsidi BBM selama ini sudah salah sasaran karena 40 % nya dinikmati 10 % golongan keluarga kaya di Indonesia, dan untuk itu maka harganya perlu dinaikkan. Sekarang pertanyaannya apakah rakyat negeri ini hanya 10 % keluarga kaya itu ? Terus mau dikenamakan yg 90 % itu ?. BBM itu sesuatu yang krusial dan tidak bisa diputuskan dengan sekedar melihat suatu masalah secara parsial. Keputusan itu ibaratnya membunuh nyamuk dengan meriam, ada juga tembok rumahnya yang akan jebol dan ujung2nya masyarakat kecil yang akan tertimpa tembok itu.

Sedih saat aku hanya bisa melihat kenyataan itu sedangkan aku tidak punya cukup daya untuk menghentikan dan membantu keadaan ini. Yang bisa aku lakukan adalah menjalankan peran yang aku pilih dengan sebaik2nya dan berusaha tidak menjadikan diri sebagai bagian dari masalah dan justru menjadi bagian dari solusi. Aku berdoa semoga suara Tuhan itu tidak menghukum bangsa ini dengan kerusuhan atau hal-hal yang pernah terjadi 10 tahun silam saat menumbangkan seorang raja berkedok presiden. Sebab nampaknya pemimpin bangsa ini benar-benar sudah tuli dan buta melihat kondisi rakyatnya.

Akan selalu ada peluang dari setiap krisis, pelangi setelah badai terhebat dan kerlip bintang di malam terpekat. Untuk teman2ku dan terutama diriku sendiri yang nasibnya lebih beruntung dibandingkan kebanyakan rakyat negeri ini, semoga dimanapun kita memilih untuk berkontribusi, kita bisa bekerja lebih keras, berbagi lebih banyakdan terutama diberikan keikhlasan untuk tetap rendah diri dan tidak lupa bahwa kita masih bagian dari bangsa ini yang akan terus menunggu kontribusi kita untuk mengatasi segala masalah yang ada di negeri ini. Karena saat bekerja bersama maka yakinlah ada keajaiban yang sedang dibangun, jika tidak ada yang peduli terhadap nasib negeri ini, siapa lagi yang akan mengurusnya ?

Semoga apapun yang kita lakukan dan kontribusikan itu bisa menjadi amalan yang dihitung oleh-Nya saat kita kembali nanti. AMIN

Published in: on May 22, 2008 at 6:54 pm Comments (4)
Tags: ,

Lepaskanlah, jika dia milikmu dia akan kembali

Malam ini ingin rasanya kupeluk sebentuk hati yang entah dimana dia berada. Ingin kulampiaskan segala apa yang ingin kuberi rasa sayang dalam diri padanya. Namun tiba-tiba terlintas suatu pertanyaan ‘ apa niatmu untuk melakukan semua ini? ‘  Sungguh pertanyaan yang tak mudah dijawab, ada kejujuran perasaan yang dipertanyakan disana.

Awalnya sungguh sederhana, karena aku masih sayang padanya. Menjadi tidak sederhana lagi saat dia sudah bersama yang lain. Teman berkata yaudahlah relakan saja, toh masih ada yg lain. Tetap ada perasaan yang berbeda di dalam sini.

Mungkin aku perlu mengingat lagi sepatah kata bijak ‘ jika kau mencintai sesuatu maka lepaskanlah dia, jika dia kembali maka memang dia milikmu, jika tidak maka sebenarnya Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik di ujung sana. Bersabarlah !’

Mungkin memang malam ini aku sekedar rindu padanya.

Published in: on May 21, 2008 at 11:54 pm Comments (3)
Tags:

Kisah perjalanan 2 kereta

Setelah perjalanan 16 jam menggunakan kereta akhirnya aku sampai juga di kota Malang tercinta. Badan yg lelah dan lapar tergantikan dengan perasaan lega melihat kakek yang walaupun nampak lebih lemah dari biasanya tapi masih tak kurang suatu apapun. Aku memang pulang dalam rangka menjaga kakek tercinta.

Perjalananku dari Bandung dimulai dengan kereta Turangga, katanya kereta ini adalah kereta eksekutif, tapi tetap aja makanannya nasi goreng yang rasanya tak jelas. Sesampainya di Madiun aku berganti dengan kereta ekonomi menuju Malang. Sungguh suatu kontras, saat naik Turangga, sombong betul ini kereta karena dia tak berhenti di sembarang stasiun dan semua kereta kalau bisa mengalah pada dia. Sedangkan kereta ekonomi yg kunaiki namanya Brantas (kediri-tanah abang) dan rapih dhoho (surabaya-kertosono-malang) sangat ramah karena setiap stasiun disambanginya. Belum lagi bagaimana sombongnya polsuska yang melarang pedagang-pedagang untuk menaiki gerbong-gerbong eksekutif untuk para yg terhormat itu

Kereta memang pada akhirnya benar2 menjadi harapan bagi sebagian besar rakyat untuk sekedar menjenguk keluarga yang sakit atau bertandang kekota lain dengan kenaikan harga transport . Ada kehidupan lain diatas gerbong2 itu, mulai dari asongannya, pengamen hingga copet. Satu yang menarik dicermati adalah kreatifitas para asongan menjajakan barang dagangannya, aku yakin mereka bisa sekreatif itu karena alam menempanya. Bayangkan ada isi ulang elektrik, jualan minuman hangat dan yg lain2 yg belum tentu ada ditempat lain. Intinya mah memenuhi kebutuhan penglaju saat itu dengan harga yg terjangkau dengan kocek penumpang. Walaupun barang yg dijajakan sama, saat naik kereta dengan kelas berbeda maka harganya berbeda. Memang benar kata kafi kurnia, entrepreneurship itu biasanya berasal dari sumber saja yaitu penasaran atau kepepet.

Jadi sekali2 cobalah pake kereta ekonomi agar tahu bagaimana sebagian besar rakyat negeri ini bepergian dan menjawab bagaimana sebagian besar mereka mendapat uang untuk hidup. Jika dipikir2 rakyat ini baik2 ya, wong susah banget cari duit di negeri ini, ditambah masih seringnya dipalakin ma aparat tetapi tidak ada yg protes atau ada revolusi. Jadi makin cinta ma negeri ini dan rakyatnya.

Published in: on May 13, 2008 at 8:59 am Comments (0)
Tags: